Dukungan dan Peran Ayah di Masa Pandemi

Ayah adalah sosok yang tak terpisahkan dalam keluarga. Dengan adanya perkembangan zaman, peran Ayah dan Ibu tidak lagi dipilah-pilah misalnya ayah pencari nafkah dan ibu yang mengurus anak dan rumah tangga, baik ayah dan ibu menjalani multi peran dalam keluarga.

Menurut psikolog Najelaa Shihab ada 4 peran ayah dalam keluarga:

1.       Player

Di sini ayah menjadi teman bermain anak-anaknya. Lewat permainan anak akan merasa lebih nyaman dan menjadi sarana untuk membangun ikatan yang kuat antara ayah dan anak. Makin sering ayah main dengan anak maka ayah akan mengetahui kualitas mental si anak.

2.      Teacher

Peran ayah sebagai guru. Guru adalah sumber pengetahuan bagi anak. Dalam hal ini ayah tidak saja hanya mentransfer pengetahuan tapi juga secara aktif membangun keingintahuan anak.

3.       Protector

Ayah mempunyai naluri untuk melindungi anaknya sejak lahir namun di sini peran ayah yang terpenting yaitu mengajarkan anak untuk melindungi dirinya sendiri. Di sini ayah harus mengenal baik karakter dan ciri khas anak, apa yang ia sukai, teman-temannya, minatnya, hal-hal yang tidak disukai si anak.

4.      Partner

Di sini peran ayah sebagai equal partner dengan ibu. Artinya ayah memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dengan ibu. Karena ayah dan ibu adalah partner maka peraturan rumah tangga perlu dibicarakan secara Bersama-sama dengan kesepakatan

Di masa pandemi ini peran Ayah memasuki perspektif yang baru. Saat semua harus bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beraktivitas di rumah membuat intensitas keluarga berkumpul di rumah lebih tinggi. Ini adalah tantangan yang tidak mudah bagi setiap ayah yang sudah terbiasa beraktivitas di luar rumah bahkan karena tuntutan pekerjaannya seringkali harus ke luar kota atau bahkan ke luar negeri.

Tantangan dalam peran Ayah ini terutama lebih terasa pada para ayah yang mengalami kelahiran anaknya di musim pandemi. Kita tahu bersama dalam perjalanan kehamilan ibu sendiri sudah memiliki berbagai tantangan karena ibu perlu lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya dan memberlakukan protokol kesehatan yang tepat sesuai yang dianjurkan.

Di sinilah dibutuhkan kehadiran dan dukungan Ayah, misalnya dengan membantu ibu memenuhi kebutuhan nutrisinya tiap hari, menemani ibu mengecek kehamilan di dokter secara berkala, memberikan kenyamanan misalnya dengan memijat ibu. Ayah juga dapat bantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dengan memberikan ibu 2 gelas Anmum setiap harinya. Temukan produk Anmum yag sesuai dengan tahapan perjalanan ibu dengan klik disini.

Juga saat ibu memasuki masa menyusui si bayi. Peran Ayah akan lebih intens lagi, misalnya dengan membantu ibu memenuhi nutrisi terbaik untuk meningkatkan kualitas ASI-nya, dan bergantian menjaga bayi di malam hari atau memberikan minum saat malam hari di kala ibu sedang beristirahat.

Di sela-sela waktu kerjanya Ayah juga berbagi peran dengan ibu dalam hal menjaga si Kecil, bermain dengannya atau membantu ibu menyelesaikan tugas domestic seperti menyiapkan makanan, memasak dan lainnya.

Tak dapat dipungkiri, ini semua membuat Ayah dan Ibu jadi lebih dekat satu sama lain untuk menjalani tiap proses secara bersama-sama.

Secara psikologis kehadiran Ayah sebagai support system yang utama untuk ibu dalam perjalanan kehamilan, menyusui dan membesarkan si Kecil membuat ibu jadi tenang dan yakin melewatinya.

Untuk ibu yang sedang menjalani proses kehamilan dan menyusui, tetap semangat ya. Dukungan dan perhatian Ayah selalu ada untuk Ibu. Ayah memang hebat.

Selamat Hari Ayah untuk semua Ayah yang selalu setia menemani perjalanan Ibu.