Cerita Mum: Mastitis, Teror Yang Kerap Menghantui Para Ibu Meyusui

Cindra, 33 tahun

 

Pengalaman menyusui setiap ibu pasti berbeda. Baik untuk ibu baru, ataupun ibu yang sudah punya pengalaman menyusui sebelumnya, seperti saya.

Saya seorang ibu bekerja dengan dua anak. Anak pertama saya saat ini sudah berusia 6 tahun dan kini saya sedang dalam tahap menyusui anak ke dua yang sudah memasuki usia 8 bulan. Dulu saya sangat percaya diri bahwa saya akan melalui masa menyusui anak ke dua ini dengan sangat mudah, mengingat saya menyusui sebelumnya. Tapi ternyata, semua yang saya bayangkan jauh dari kata Indah.

Saya yang hanya memiliki waktu 3 bulan untuk menabung ASIP untuk bekal si kecil saat saya balik masuk kerja lagi nanti, harus menghadapi kenyataan tidak bisa menyusui langsung karena puting yang lecet hingga luka. Akibatnya saya harus putar haluan menjadi emak pumping – sebutan untuk ibu-ibu yang tidak meyusui bayinya secara direct atau langsung karena satu dan lain hal.

Menjadi emak pumping pun ternyata tidak semudah yang saya bayangkan juga. Selain harus tepat waktu dan konsisten dengan jam pumping untuk menjaga agar produksi ASI tetap stabil, dan juga harus bergelut dengan sterilisasi perlengkapan pumping yang sangat menyita waktu, ternyata ada satu hal yang selalu membayangi, yaitu Mastitis. Mastitis bak hantu yang siap meneror para ibu menyusui, pada akhirnya bisa membuat para ibu menyerah dan berhenti menyusui.

Apa sih, mastitis?

Mastitis dikenal sebagai penyakit infeksi yang umumnya menyerang ibu menyusui akibat dari bakteri yang berasal dari mulut atau hidung bayi yang menyumbatan saluran payudara sang ibu. Ada juga yang mengatakan mastitis terjadi karena sang ibu kurang tuntas mengososngkan payudara atau telat melakukan pumping .

Apa saja ciri-ciri ibu yang mengalami mastitis?

- Mengalami pembengkakan payudara. Jika payudara diraba akan terasa seperti ada benjolan keras dan sakit

- Payudara terasa nyeri

- Karena mengalami pembengkakan biasanya suhu tubuh ibu yang mengalami mastitis akan naik, dan bisa terjadi demam

Apa akibat dari mastitis bagi ibu menyusui?

Jika mastitis dibiarkan akan sangat menyiksa untuk para ibu dan juga dapat mengakibatkan ASI tersumbat dan menurukan jumlah produksi ASI

Lalu bagaimana cara menanggulangi mastitis?

- Kompres payudara yang mengalami mastitis dengan handuk dan air hangat

- Lakukan pijatan ringan di sekitar payudara yang bengkak

- Keluarkan ASI dengan memerah menggunakan tangan sedikit-sedikit, lalu pumping menggunakan pompa ASI atau susui langsung ke bayi.

Dan berikut tips untuk encegah mastitis:

- Selalu menjaga kebersihan payudara

- Hindari menggunakan bra yang terlalu ketat

- Mengosongkan payudara secara tuntas dengan cara menyusui bayi dan dilanjutkan dengan pumping. Hal ini selain mencegah mastitis, bisa meningkatkan produksi ASI

- Untuk emak pumping , melakukan sesi pumping setiap 3-4jam secara berkelanjutan

- Jangan ragu konsultasi ke dokter untuk pemberian antibiotik atau pereda rasa nyeri jika rasa sakit sudah tidak tertahan lagi.

- Kunjungi Rumah Laktasi untuk membantu menyembuhkan mastitis.

Namun Sebagai ibu menyusui tugas yang paling penting adalah menjaga asupan nutrisi yang masuk ke tubuh, karena hal ini berpengaruh pada kualitas ASI. Ibu menyusui dianjurkan banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi, mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan serta minum susu untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh. Karena di dalam susu

terkandung protein, vitamin, zat besi, vitamin a, b,c, fosfor, yang paling penting adalah kalsium. Karena kalsium ini nantinya sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi sang bayi.

Buat ibu-ibu yang sedang atau pernah mengalami mastitis, jangan sedih, jangan menyerah apalagi sampai berhenti menyusui. Tenangkan hati, kalian tidak sendirian sayapun pernah mengalaminya.

Bangunlah suasana yang nyaman dan menyusuilah dengan bahagia selama 6 bulan lalu lanjutkan hingga 2 tahun.

Mari kita tumbuhkan generasi penerus yang sehat dengan memberikan hak-hak mereka dengan kasih dan sayang.

*Cerita di atas berdasarkan pengalaman pribadi, jika Mum menemui permasalahan yang sama pastikan untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu.

 

Sumber: https://kumparan.com/cindra-prasasti/mastitis-teror-yang-kerap-menghantui-para-ibu-meyusui-dan-emak-pumping-27431110790557657 

 

Simak pengalaman seputar kehamilan dan menyusui dari Mum lainnya di: https://www.anmum.com/id/id/happenings/latest-campaign/mum-to-mum