Senangnya mendengar kabar gembira dari dokter. Anda sudah dinyatakan positif hamil. Setelah ini akan ada waktu sepanjang 9 bulan bagi Anda menjalani kehamilan.
Kehamilan yang harus Anda jalani tentunya harus kehamilan yang sehat dan menyenangkan. Selain menjaga kesehatan diri sendiri tentu Anda juga harus menjaga kesehatan janin di dalam kandungan. Lalu apa yang sekarang mesti dilakukan?
Berikut adalah hal-hal yang perlu ibu lakukan selama hamil:
Rutin Memeriksa Kehamilan
Satu kunci penting menjaga kehamilan tetap sehat adalah menjalankan pemeriksaan kandungan secara rutin. Di kunjungan pertama kali, dokter akan mencari tahu usia janin ada di dalam rahim. Dokter nanti juga akan memberitahu kapan hari perkiraan janin dilahirkan, setelah ia mendapat informasi kapan terkahir kali Anda mendapatkan haid tentunya.
Berikutnya, prosedur paling biasa dilakukan di ruang periksa adalah pemeriksaan berat badan dan tekanan darah. Janin juga akan ikut diperiksa. Dalam beberapa kasus, ada dokter yang mungkin akan meminta Anda melakukan tes darah, urin dan tes kandungan ntk mencari kemungkinan adanya infeksi atau hal lainnya.
Jika kondisi kehamilan Anda baik-baik saja, Anda akan dijadwalkan berkunjung mungkin; setiap 4 minggu sampai kandungan berusia 28 minggu, setiap 2 minggu sekali sampai kanudngan berusia 36 pekan dan 1 kali setiap pekan sampai persalinan.
Makan Sehat dan Teratur
Kini ada makhuk kecil di dalam kandungan. Sekarang bukan saatnya berpikir untuk diet atau mengurangi asupan zat gizi tertentu (lemak atau kalori). Ketahuilah, Anda dan janin saat ini sangat membutuhkan nutrisi. Makanlah dengan menu sehat secara teratur dan jangan lupa banyak minum. Amat disarankan Ibu banyak memakan buah-buahan dan sayuran. Boleh saja mengonsumsi vitamin tapi vitamin kehamilan bukan pengganti asupan makanan.
Suplementasi
Ibu hamil sangat membutuhkan asupan nutrisi esensial seperti kalsium, zat besi, dan asam folat lebih banyak dibanding sebelum hamil.
- Kalsium
Kebutuhan zat kalsium tubuh ibu hamil akan meningkat karena sekarang ada janin. Dokter mungkin akan meresepkan vitamin-vitamin kalsium tapi mengonsumsi bahan makanan berkalsium lebih penting; produk ternak rendah lemak (susu, keju atau yoghurt), produk yang ditambahkan kalsium (jus jeruk, susu kedelai, dan sereal), sayur-mayur berwarna hijau pekat (bayam, kangkung, brokoli), tahu, buncis, atau almon.
- Zat Besi
Ibu hamil membutuhkan 27 – 30 miligram zat besi setiap hari. Zat besi dibutuhkan untuk memroduksi hemoglobin (komponen sel darah untuk membawa oksigen). Tanpa zat besi memadai, tubuh tak cukup bisa memroduksi sel darah merah. Zat besi berasal dari daging merah, daging unggas, salmon, telur, tahu, buncis, kacang polong, dan sayuran berdaun.
- Asam Folat
Suplementasi asam folat terbukti mampu mencegah risiko terjadinya kecacatan/kelainan saraf janin. Riset berhasil membuktikan, mengonsumsi asam folat sebulan sebelum dan selama 3 bulan pertama kehamilan menurunkan risiko terjadinya kelainan/kecacatan pembuluh saraf janin hingga 70 persen.
- Cairan
Yang juga tak kalah penting adalah air. Meminum cairan setiap hari akan membantu ibu terhindar dari dehidrasi dan sembelit.
Berolahraga
Tetaplah berolahraga selama hamil. Bagi ibu hamil yang jarang berolahrga, sebaiknya sekarang melakukannya. Bleh apa saja; jalan kaki, renang, senam sampai yoga sangat baik untuk ibu hamil. Disarankan untuk gerak badan adalah 30 menit atau kurang dari 1 jam saja, lakukan teratur atau setiap hari. Jangan lupa mengambil waktu istirahat di sela latihan serta banyak minum. Lalu, jika sudah terasa tidak nyaman sebaiknya berhenti saja.
Gerak badan teratur selama hamil terbukti membantu:
- Mencegah kelebihan berat badan;
- Mengurangi keluhan-keluhan selama hamil seperti nyeri punggung, perut kembung atau konstipasi;
- Menubah cara pandang selama hamil menjadi lebih positif;
- Membantu persiapan persalinan;
- Mempercepat masa penyembuhan usai persalinan.
Tidur Cukup
Cukup istirahat satu hal yang tak bisa ditawar setiap ibu hamil. Memang seiring semakin besarnya janin nanti, tidur akan menjadi hal yang amat sulit dilakukan. Apapun posisinya akan membuat tak nyaman. Anda dapat membiasakan diri tidur menyamping dengan lutut ditekuk . Beberapa dokter mungkin akan secara spesifik menyarankan ibu untuk hamil menyamping ke kiri, karena letak hati (liver) ada di bagian kanan rongga perut, maka berbaring menyamping ke kiri akan membantu rahim terhindar dari organ besar itu serta mengoptimalkan aliran darah ke plasenta.
Menjaga Emosi
Mungkin trimester pertama merupakan masa paling berat. Pada saat ini sedang terjadi perubahan besar-besaran pada aktivitas hormonal. Perubahan itu bisa mempengaruhi stabilitas emosi dan menambah beban psikologis. Usir pikiran negatif dengan berbagai aktivitas menyenangkan seperti ikut senam kehamilan, datang ke seminar-seminar kehamilan, membaca buku, dan sebagainya.