Apakah Bermain Penting Bagi Perkembangan Anak?
Sudah jelas, aktivitas bermain merupakan hal yang krusial dalam perkembangan sosial, emosi, fisik dan kognitif anak. Ini merupakan cara anak untuk mempelajari tubuh dan dunia di sekitarnya. Untuk itu ia menggunakan kelima panca inderanya, terutama di tahun pertama kehidupannya. ‘Seperti apa ya rasanya bila itu kusentuh?’ ‘Suaranya akan bagaimana bila itu aku genggam?’ ‘Akan seperti apa jadinya jika itu aku tarik atau kudorong?’ ‘Merangkak ke sana?’ ‘Manjat ke sana?’. Itulah segudang pertanyaan yang menjejali benak anak ketika ia bermain.
Bagi anak-anak, eksplorasi adalah inti dari bermain. Bagi mereka semua bentuk ‘eksperimen’ adalah penting, bahkan ketika ia menjatuhkan mangkuk makanannya dari meja. Seiring dengan beranjaknya usia anak ke usia batita (toddler), pola bermainnya akan semakin imajinatif dan kompleks. Dengan bermain, mereka melatih keterampilan dan kualitas dirinya seperti kemandirian, kreativitas, keingintahuan dan keterampilan memecahkan masalah. Bermain juga menjadi media yang penting bagi mereka untuk belajar mengeksplorasi perasaan, nilai dan mengembangkan keterampilan sosial.
Jauh sebelum si kecil merasa nyaman berbagi mainan dengan saudaranya, ia sudah lebih dulu mencobanya dengan boneka miliknya. Kata-kata spontan pertamanya seperti “tolong” dan “terima kasih” mungkin akan sudah keluar dalam permainan ‘pesta-pestaan’ dengan bonekanya. Dan sebagai orangtua, Anda mungkin tak bisa menolak ketika si kecil meminta pembalut luka untuk bonekanya.